Ketika Orang Susah Datang Membawa Beban

JAKARTA–Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan nasihat tentang pentingnya membangun empati dan sikap menolong terhadap sesama, khususnya kepada orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan. Pesan tersebut disampaikan dalam sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok UBN Podcast, Selasa (16/12/2025)
Dalam penuturannya, UBN menggambarkan situasi ketika seseorang yang sedang mengalami kesulitan datang dan berbagi beban kepada orang lain. Menurutnya, respons yang muncul secara umum adalah ikut merasakan kesusahan tersebut, bahkan merasa terbebani.
“Ada orang susah. Kemudian datang ke kita. Kita ikut susah atau ikut senang? Ya, ikut susahlah. Terus si orang susah ini berbagi kesusahan sama kita, kira-kira suasana jiwa kita senang atau jadi ikut susah? Ya, ya awalnya jadi ikut susah juga,” ujar UBN dalam video tersebut.
UBN melanjutkan, ketika orang yang sedang kesusahan itu kemudian meminta pertolongan, suasana batin orang yang dimintai bantuan umumnya menjadi semakin berat. Namun, menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar.
“Nah, saya mau bilang, adalah normal kalau ada orang susah ketemu kita bawa kesusahan. Normal. Adalah biasa kalau ada orang susah bawa beban ke kita. Ya biasa. Namanya juga orang susah lagi datang bawa susah,” katanya.
Ia menilai, respons negatif terhadap orang yang datang dengan kesusahan kerap terjadi karena mereka membawa beban, berbagi penderitaan, dan meminta bantuan agar kesusahannya berkurang sehingga sebagian beban itu ikut ditanggung oleh orang lain.
“Maka biasanya respon kita kepada orang susah itu umumnya negatif. Enggak gampang untuk bersikap positif respon kita,” tutur UBN.
UBN mengingatkan, apabila cara pandang seperti itu terus dipertahankan, maka seseorang akan kesulitan untuk menjadi pribadi yang gemar menolong sesama.
“Kalau selamanya begitu cara pandang kita, maka selama itu pula kita tidak bisa menjadi orang yang suka menolong,” pungkasnya.*
