Algoritma Asma wa Sifat

Oleh KH Bachtiar Nasir
Bismillahirrahmanirrahim,
Peningkatan keimanan kita lewat algoritma asma wa sifat.
Dalam kegiatan masing-masing dari kita, selalu berhadapan dengan tantangan hidup dan ujian. Sedih, kecewa , gagal, bergiliran dengan senang dan bahagia. Karena itu mari perkuat lagi keimanan kita lewat Nama dan sifat-Nya.
Setiap detik dan detak waktu, setiap hela nafas, dan setiap kejadian di semesta ini bukanlah peristiwa kebetulan. Tidak ada yang namanya kebetulan.
Lalu apa namanya kalau bukan kebetulan?
Dari kacamata tauhid, semua peristiwa adalah rekayasa Allah. Itulah pancaran dan bentuk dari Nama dan Sifat Allah Yang Maha Sempurna. Itulah hakikat asma wa sifat sebagai jantung tauhid.
Bayangkan, betapa bahagianya kita jika Allah Ta’ala berkehendak memahamkan kepada kita tentang nama dan sifat-Nya. Ketika matahari terbit, banyak dedaunan dan pohon hijau, melihat manusia dengan segala pergerakan kehidupannya, kendaraan yang lalu lalang yang masing-masing dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing. Semuanya terjadi atas izin Allah yang memiliki asma wa sifat.
Semakin dalam kita mengenal asma wa sifat, kita mengenal misalnya Yang Maha Pengasih saat kita sedih, Yang Maha Bijaksana saat kita terjatuh, Yang Maha Menghilangkan Hambatan saat kita terjepit, keimanan kita semakin bertambah kepada Allah.
Cepatlah pahami dengan asma wa sifat dalam setiap situasi bukan dengan pelarian, tetapi dengan cara yang tepat, yakni mengenali dan memahami semua nama-nama dan sifat-sifat Allah.
Dari semua kesibukan dan ujian kita akan ada ujungnya, yakni sukses. Sukses yang hakiki adalah menjumpai Allah dengan nama dan sifat-Nya. Itulah kesuksesan besar.
Di setiap detik dan waktu ada pancaran nama dan sifat-Nya bagi yang sudah mengenal-Nya dan sudah dipahamkan oleh-Nya.
Mari mengiringi hidup kita dengan mengenali Allah dengan nama dan sifat-Nya. Di sanalah kebahagiaan sejati, bukan kebahagiaan di tempat yang lain.
Bagaimana algoritma asma wa sifa bekerja di alam ini dan di diri kita? Tauhid asma wa sifat adalah pilar penting dalam akidah Islam.
Tauhid adalah: Diikarkan dengan lisan, dibenarkan dengan hati, dan diamalkan dengan perbuatan.
Tauhid asma wa sifat menuntut keyakinan kita, bahwa Allah memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang maha sempurna.
Pengenalan asma wa sifat, Itulah yang tersisihkan dari pengetahuan kita, tentang nama-nama yang indah dan sifat-sifat Allah yang maha sempurna.
Nama dan sifat Allah kita pakai untuk menghamba dan beribadah kepada-Nya, bukan dengan perasaan kita.
Perhatikan langit, di sana awan berarak dan tembus cahaya matahari di antara celah awan. Lalu awan mengandung air hujan yang jatuhnya presisi, akurasinya tepat di mana dan kemana diturunkan hujan itu. Siapa yang mengatur itu?
Rumus asma wa sifat ada di Surah Al-A’raf ayat 180:
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۖ ١٨٠
Artinya:
Allah memiliki Asmaulhusna (nama-nama yang terbaik). Maka, bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut (Asmaulhusna) itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (*)
