Wukuf, Berhenti Sejenak

Oleh : KH Bachtiar Nasir
Wukuf atau berhenti sejenak, sangat penting dalam kehidupan kita. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, tangan tak lepas dari handphone.
Wukuf lah dari handphone.
Hentikanlah pikiranmu dari dunia, untuk mendapatkan hal yang lebih besar. Hentikan hawa nafsu dunia, untuk meraih yang lebih penting.
Itulah makna wukuf di Arafah, yang maknanya sejenak berhenti.
Dalam rangkaian ritual ibadah haji, wukuf ibarat miniatur Padang Mahsyar, kelak di mana semua perbuatan manusia dipertanggungjawabkan.
Semoga kita termasuk orang yang terpilih oleh Allah menjadi tamu-Nya dan melaksanakan wukuf di Arafah.
Hal-hal yang dikeluarkan oleh orang-orang yang berhaji bukan cuma tenaga dan biayanya. Tetapi juga mental dan jiwanya dari semua aspek ibadah yang intinya merupakan perjumpaan dengan Allah.
Dalam perjumpaan dengan Allah, kita tidak perlu harta, tidak perlu tenaga, tetapi dalam ibadah haji semua itu diperlukan.
Kenapa wukuf dilaksanakan di Arafah? Allah sendiri yang menentukan. Kenapa Allah tidak tentukan Padang Savana yang indah dengan suhu yang sejuk bagi bangsa-bangsa mana pun? Allah-lah yang memilih Arafah, yang letaknya di suatu negeri dengan iklim dan cuaca begitu rupa, dan tempat Nabi dilahirkan di sana.
Allah-lah yang memilihnya.
Arafah adalah satu momen yang Allah sendiri yang menentukan dan membatasinya. Tidak mudah memang untuk berada di Arafah dengan segala pengorbanan yang kita keluarkan.
Saat wukuf, manusia hanya memakai dia lembar kain sebagai pakaian ihramnya. Ihram ibarat pakaian kematian, karena yang kita bawa ke Arafah adalah hati, bukan jasad.
Allah-lah yang akan memberikan reward dan punishment terhadap apa yang ada di dalam hati kita.
Karena itu senantiasalah berzikir
لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa illaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul milku wa lahul hamdu wa huwa ”ala kulli syai’in qodiir.
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya.
