KH Bachtiar Nasir Bangkitkan Kesadaran Umat Bela Palestina

JAKARTA–Jumat, 31 Mei 2024, KH. Bachtiar Nasir menyampaikan khotbah Jumat di Masjid Ar-Rahman AQL Islamic Center Jakarta dengan topik mengenai peringatan Naksah dan situasi terkini di Rafah, Gaza.
Khotbah ini ditujukan untuk membangkitkan kesadaran umat Islam secara umum dan bangsa Indonesia untuk lebih peduli dan beraksi terhadap penindasan yang dialami oleh bangsa Palestina.
KH Bachtiar Nasir yang biasa disapa UBN memulai khotbahnya dengan mengingatkan jemaah tentang dua peristiwa besar. Pertama adalah peristiwa Naksah yang terjadi 57 tahun lalu pada tahun 1967, di mana negara-negara Arab kalah melawan Israel.
Kedua adalah peristiwa terkini yang terjadi di Rafah, Gaza, yang menjadi sorotan dunia dengan istilah “All Eyes on Rafah.” Peristiwa yang dimulai sejak 26 Mei 2024 ini telah menarik perhatian dunia karena kebengisan serangan Israel yang mayoritas korbannya adalah rakyat sipil, terutama mereka yang mengungsi di Rafah.
Sejak perang yang dimulai pada 7 Oktober 2023, serangan brutal Israel terus berlanjut meskipun mendapat kecaman dari seluruh dunia. Serangan yang dimulai sejak 26 Mei 2024 di Rafah menjadi puncaknya, dengan lebih dari 1,4 juta warga sipil yang terancam.
UBN menyoroti bahwa meskipun dunia mengutuk tindakan Israel, respon nyata dari negara-negara besar, terutama dunia Islam, masih kurang memadai. Ia mengajak umat Islam untuk tidak menganggap ini sebagai masalah bangsa Arab saja. Tetapi sebagai masalah kemanusiaan yang harus dihadapi bersama.
Dalam khobahnya, UBN juga mengkritik keras bangsa-bangsa Barat, terutama Eropa dan Amerika, yang sering mengklaim sebagai pembela demokrasi dan kemanusiaan.
Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini menegaskan bahwa semua itu hanyalah kebohongan dan kemunafikan yang dipertontonkan. Serta mengecam negara-negara yang takut bertindak tegas terhadap Israel. Ia juga mengajak umat Islam untuk tidak lengah dan terus berjuang demi keadilan bagi bangsa Palestina.
UBN mengutip Surah An-Nashr untuk mengingatkan umat bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi mereka yang ikhlas dalam perjuangan, selalu mencari ridha Allah, siap berjihad dengan harta dan nyawa, serta menjaga persatuan.
Ia menekankan bahwa kekalahan negara-negara Arab dalam peristiwa Naksah disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti kurangnya koordinasi militer, kelemahan intelijen, overestimasi kekuatan militer sendiri, masalah logistik dan komunikasi, serta propaganda yang efektif dari pihak Israel.
Meskipun demikian, KH. Bachtiar Nasir juga menyebutkan bahwa ada harapan di tengah situasi ini. Perlawanan yang dilakukan oleh pejuang-pejuang di Gaza telah berhasil menembus pertahanan Israel, menunjukkan bahwa dengan persiapan yang matang dan kerjasama yang kuat, perjuangan melawan penindasan bisa berhasil. Ia menekankan pentingnya persatuan dan kesiapan umat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Di akhir khotbah pertama, KH. Bachtiar Nasir mengajak seluruh umat Islam, khususnya bangsa Indonesia, untuk tidak diam dan abai terhadap penderitaan saudara-saudara mereka di Palestina.
UBN menegaskan bahwa kesadaran dan aksi nyata sangat diperlukan untuk membantu perjuangan bangsa Palestina. Beliau juga mengingatkan pentingnya untuk terus mempersiapkan diri, bersatu, dan menegakkan amar makruf nahi munkar.
Pada khotbah kedua, KH. Bachtiar Nasir kembali menegaskan pentingnya kesadaran umat terhadap apa yang terjadi di Palestina. Ia mengingatkan bahwa ketidakpedulian terhadap penderitaan sesama adalah kesalahan besar. Ia berharap khotbah ini dapat membangkitkan semangat umat untuk terus peduli dan berjuang demi keadilan dan kemanusiaan.
UBN mengakhiri khotbahnya dengan doa dan harapan agar Allah Ta’ala memberikan kekuatan dan kesabaran kepada bangsa Palestina, serta membuka hati umat Islam untuk bersatu dan berjuang bersama mereka.* (MBS)
