Berita

Masa Tunggu Haji Puluhan Tahun, Ini Solusi Anies Baswedan

JAKARTA–Calon Presiden nomor urut 01, Anies Rasyid Baswedan menyoroti soal lamanya masa tunggu haji di Indonesia. Anies mengaku sering mendapat keluhan dari masyarakat mengenai masa tunggu haji hingga 30 tahun.

“Waktu tunggu haji lama sekali. Ada 30 tahun plus, ada yang 20 tahun plus. Masa tunggu yang luar biasa panjang,” kata Anies ketika berbincang pada program King Maker di aula Buya Hamka Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2024).

Bahkan, jelas Anies, di beberapa wilayah di Sulawesi masa tunggu haji ada yang mencapai lebih dari 30 tahun.

“Sulawesi Selatan itu sampai 47 tahun,” jelas Anies.

Indonesia memang mendapat kouta haji terbesar dari Kerajaan Saudi. Pada 2024, jemaah haji dari seluruh dunia mencapai 1,6 juta orang. Sementara Indonesia mendapat kuota 240 ribu jemaah.

“Insyaallah 240 ribu jemaah bisa diberangkatkan. Tetapi yang masih mengantri 5,3 juta,” ungkap Anies.

Menurut Anies, lamanya masa tunggu tidak bisa dibiarkan, tanpa ada solusi. Perlu langkah-langkah strategis untuk terwujudnya perubahan.

Menurut Anies, Indonesia perlu melakukan diplomasi intens dengan Kerjaaan Arab Saudi. “Kami melihat diplomasi dengan Raja Saudi harus ditingkatkan. Dan kita ketahui Raja Saudi itu terbuka, asal dari sisi kita punya rencana yang masuk akal, yang bisa dipertanggungjawabkan tata kelolanya. Dan ada pribadi-pribadi kredibel yang diamanati untuk urus,” ujar Anies.

Peluang terbuka lebar, manakala Kerajaan Arab Saudi menargetkan Visit Saudi 2030, jumlah jemaah haji tahunan akan meningkat dari 20 juta menjadi 30 juta.

“Jadi ada ruang bagi kita untuk masuk di situ,” tegas Anies.

Anies menargetkan, kouta haji Indonesia bisa sampai 300 ribu jemaah.

“Dengan begitu, jika hal itu terjadi masa tunggu mudah mudahan bisa turun. Masa tunggu itu menurut perhitungan kami bisa berkurang 3 sampai 5 tahun,” kata Anies.*